Menjelajah Kamar Rahasia Harry Potter

Siapa yang tak kenal Harry Potter? Tokoh fiksi yang menggemparkan dunia lewat novel karangan J.K. Rowling yang kemudian diangkat menjadi film layar lebar ini memukau banyak penggemar dari seluruh belahan dunia.

Tak jauh dari pusat kota London, penggemar Harry Potter dapat mengunjungi sebuah studio yang menjadi lokasi pengambilan gambar film Harry Potter, mulai dari film pertama hingga film kedelapan. Studio ini menghadirkan aneka properti pengambilan gambar hingga ruangan-ruangan yang selama ini hanya bisa kita lihat di film Harry Potter, seperti kamar tidur Harry Potter dan Ron Weasley, kantor Profesor Dumbledore, kantor Profesor Snape, hingga kediaman keluarga Weasley. Selain itu, pengunjung studio juga dapat menyaksikan video yang menceritakan secara detail proses pengambilan gambar pertandingan Quidditch yang banyak melibatkan pemain yang menaiki sapu terbang.

img_1047

Pengunjung studio juga bisa berfoto sambil menaiki sapu terbang atau mengendarai mobil terbang di sebuah studio kecil berlayar hijau. Tarif berfoto setiap orangnya berkisar mulai dari 14 poundsterling.

img_1073

Kantor Albus Dumbledore

Yang tidak boleh dilewatkan ketika mengunjungi studio ini adalah mencicipi minuman khasnya yang bernama Butterbeer. Dalam cerita Harry Potter, Butterbeer adalah jenis minuman yang dijual di Leaky Cauldron, dan terbuat dari mentega, gula, dan air.

Backlot Cafe adalah satu-satunya tempat di studio Harry Potter yang menyajikan Butterbeer. Pengunjung dapat membeli Butterbeer yang berbentuk minuman ataupun es krim dengan harga mulai dari 4 poundsterling. Di tempat yang sama, pengunjung juga dapat membeli aneka hidangan seperti sandwich, mac n cheese, salad, dan burger.

img_1463

Miniatur Hogwarts

Beberapa tips dari saya mengenai berkunjung ke studio Harry Potter ini:

  • Sebelum berkunjung, beli tiket via website resmi Warner Bros Studio Tour: The Making of Harry Potter. Membeli tiket via website dapat memberi kita informasi tentang jam-jam berkunjung yang masih tersedia. Selain itu, membeli tiket via website menghemat waktu kita karena jika kita membeli langsung on-the-spot, kita tidak pernah tahu antrian di depan loket akan sepanjang apa. Jadi cara paling mudah adalah membeli tiket via website, dan mencetak tiket di mesin dekat pintu masuk studio.
  • Pengalaman berkunjung ke studio tentunya akan lebih berarti jika kita pernah membaca novel atau menonton film Harry Potter. Saran saya, baca novel atau nonton film Harry Potter sebelum hari H mengunjungi studio agar tidak merasa asing dengan isi studio.
  • Jika berangkat dari pusat kota London, gunakan moda transportasi tube ke stasiun Euston, lalu pindah kereta National Rail dan turun di stasiun Watford Junction. Dari Watford Junction, kita bisa naik shuttle bus resmi dari Warner Bros Studio. Harga tiket PP per orang 2,5 poundsterling.
  • Pastikan baterai kamera dan telepon genggam penuh karena di studio ini ada banyak hal yang sangat menarik untuk diabadikan.

 

Last but not least,

Enjoy this magical studio!

Advertisements

Idul Adha 2016 di London Central Mosque

 

img_0227b

 

Tahun ini saya merayakan Idul Adha di negara Big Ben dan momen ini praktis menjadi ketiga kalinya saya merayakan hari raya di negeri orang, sebelumnya alhamdulillah saya mendapat kesempatan untuk berhari raya qurban di Fukuoka (2011) dan di Paris (2015).

Beberapa hari sebelum Idul Adha, saya berkutat di depan layar laptop untuk mencari info mengenai jadwal shalat Ied di London. Saya baca informasi dari website masjid-masjid besar di London, saya temukan bahwa kesemuanya melaksanakan shalat Ied di hari yang sama, Senin, 12 September 2016.

Saya pun akhirnya memilih untuk berangkat ke Masjid Besar London yang berlokasi di area studio musik The Beatles. Masjid yang secara resmi bernama “London Central Mosque Trust Ltd. and The Islamic Centre” ini dapat ditempuh dengan moda transportasi umum seperti kereta bawah tanah dan bus.

Keluar dari stasiun, saya dan suami berjalan kaki kurang lebih 15 menit untuk menuju pintu masuk masjid. Suasana sangat ramai karena umat muslim berlalu lalang di jalan. Masjid pun dijaga oleh aparat keamanan London.

Oh iya, jadwal shalat Ied di Masjid Besar London ini agak berbeda dengan tradisi di kampung halaman saya, Klaten. Biasanya di masjid dekat rumah, shalat dilaksanakan satu kali di pagi hari, biasanya sekitar jam 7 pagi. Tapi di Masjid Besar London, shalat Ied plus khutbah dilaksanakan dalam 4 gelombang: jam 8 pagi, 9 pagi, 10 pagi, dan 11 siang. Jadi jamaah dapat menyesuaikan, jadwal shalat mana yang paling pas di tengah kesibukan mereka.

Selesai shalat Ied, tidak tampak aktivitas penyembelihan hewan qurban. Ini juga yang membedakan London dengan kampung halaman saya. Biasanya sekitar 1 jam setelah acara shalat Ied, khutbah, dan salam-salaman, warga berduyun-duyun kembali ke masjid untuk menyaksikan penyembelihan hewan qurban. Tapi di London, selesai shalat Ied semua pun kembali ke aktivitas masing-masing. Kecuali ambil cuti, biasanya karyawan kantoran kembali bekerja karena Idul Adha tidak termasuk hari libur nasional di London. Tanggalnya tetap hitam, bukan berubah merah seperti di Indonesia.